1Rosidah Radam, Suyanto, Susilawati, Yusanto Nugroho
Eny Dwi Pujawati, Normela Rachmawati, Damaris Payung, Mufidah
(1Staff Pengajar Fakultas Kehutanan ULM)
Corresponding author : [email protected]
Desa Kiram, khususnya RT 01, merupakan wilayah yang subur dengan mayoritas penduduknya mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Namun, seperti banyak komunitas agraris di Indonesia, mereka menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas lahan pekarangan serta diversifikasi hasil pertanian. TOGA atau Tanaman Obat Keluarga merupakan kegiatan menanami pekarangan dengan tanaman yang berkhasiat obat. Tanaman obat yang dimaksud termasuk rempah-rempah, tanaman sayur dan tanaman buah. Istilah toga bermakna penataan pekarangan, yaitu pengelolaan pekarangan melalui penanaman tanaman berkhasiat obat sehingga dapat memenuhi kebutuhan obat tradisional bagi keluarga maupun masyarakat. Oleh Karena itu Tim dari Fakultas Kehutanan ULM memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan intensifikasi TOGA kepada masyarakat desa Kiram Kecamatan Karang Intan yang berada dalam lingkungan KHDTK ULM. Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah menumbuhkembangkan semangat masyarakat yang terampil dalam memanfaatkan halaman pekarangan secara maksimal yaitu dengan menanam TOGA. Metode Kegiatan yang dilakukan meliputi Penyuluhan, yaitu penjelasan Tim Pengabdi tentang manfaat tanaman yang berhasiat obat yang dapat dibudidayakan di halaman pekarangan rumah; Pelatihan yaitu demonstrasi plot dan pendampingan tentang cara cara budidaya, pemeliharaan tanaman berkhasiat obat serta penataan pekarangan.
Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik dan antusias. Pada saat pemantauan ada beberapa ibu rumah tangga yang sudah menanam bibit Toga dihalaman rumah, ada yang ditanam langsung dipekarangan ada juga yang ditanam dalam pot. Tim berharap setelah kegiatan bimbingan penyuluhan ini, masyarakat desa Kiram terutama masyarakat RT 01 dapat memanfaatkan halaman rumah semaksimal mungkin dalam rangka intensifikasi TOGA, mendapatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam budidaya dan pengelolaan tanaman berkhasiat obat dan hasil yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seluruh keluarga dan masyarakat


