Tanah Bumbu, 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan rangkaian program edukasi lingkungan di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini menyasar tiga satuan pendidikan, yakni SD Angsana, MTs Syarif Ali, dan SMA Negeri 1 Angsana sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan diawali di SD Angsana melalui Sosialisasi Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Edukasi Pemilahan Sampah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Lingkungan Hidup ULM memperkenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, serta peran TPS3R dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan permainan edukatif sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di MTs Syarif Ali dengan mengusung tema Sosialisasi dan Pelatihan Eco Enzyme. Pada kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran, menjadi eco enzyme melalui proses fermentasi. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzyme sehingga memperoleh pengalaman dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup di SMA Negeri 1 Angsana melalui Sosialisasi Optimalisasi TPS3R dan Edukasi Pemilahan Sampah. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya penerapan prinsip 3R, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait penerapan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup di SMA Negeri 1 Angsana melalui Sosialisasi Optimalisasi TPS3R dan Edukasi Pemilahan Sampah. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya penerapan prinsip 3R, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait penerapan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

