Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder dalam rangka penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029, yang diselenggarakan pada Kamis, 8 Mei 2025, bertempat di Ruang Intan I Grand Qin Hotel Banjarbaru. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi 4 program studi yang ada di Fakultas Kehutanan ULM. Sosialisai dilakukan oleh Program Studi yang baru dibentuk yaitu S1 Ilmu Lingungan dan S3 Kehutanan. Selanjutnya dilanjutkan sosialisasi program studi lama yaitu S1 Kehutanan dan S2 Kehutanan.
FGD ini digelar sebagai upaya strategis untuk mengumpulkan masukan dan saran konstruktif dari berbagai pemangku kepentingan guna menyusun dokumen Renstra yang komprehensif dan adaptif terhadap dinamika pembangunan kehutanan dan lingkungan di masa depan. Para peserta yang hadir berasal dari lembaga pemerintahan, dunia usaha dan industri, sekolah menengah atas/sederajat, serta unsur internal Universitas Lambung Mangkurat.
Dekan Fakultas Kehutanan ULM, Prof. Dr. Kissinger, S.Hut., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan Renstra Fakultas ini mengacu pada arah kebijakan Universitas Lambung Mangkurat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta masukan dari pengguna lulusan (user). Beliau menegaskan bahwa sinergi antara dunia akademik dan dunia luar kampus sangat penting dalam menentukan arah pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas.

Dalam FGD ini, turut disampaikan visi Fakultas Kehutanan, yaitu menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing dalam bidang pengelolaan hutan hujan tropis dan lingkungan lahan basah. Visi ini diperkuat dengan penyampaian profil lulusan yang diharapkan memiliki kapasitas sebagai manajer kehutanan, wirausaha kehutanan, penyuluh, serta peneliti di bidang kehutanan.
Sesi sosialisasi Program Studi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Empat program studi disampaikan oleh masing-masing ketua program studi, yaitu Program Studi S3 Kehutanan yang dipaparkan oleh Dr. Ir. Muhammad Naparin, MM, sebagai program doktoral baru yang akan menjadi pilihan strategis bagi para peneliti kehutanan di Kalimantan. Program Studi S1 Ilmu Lingkungan, yang juga merupakan program baru, disampaikan oleh Dr. Rina Muhayah Noor Pitri, S.Hut., M.Si, sebagai respon terhadap meningkatnya tantangan isu-isu lingkungan saat ini. Sementara itu, Program Studi S2 Kehutanan disampaikan oleh Dr. Arfa Agustina Rezekiah, S.Hut., MP, dan Program Studi S1 Kehutanan disampaikan oleh Ir. Fonny Rianawaty, MP.

Diskusi berkembang dengan berbagai masukan penting dari peserta. Beberapa isu strategis yang diangkat dalam forum ini antara lain perlunya penambahan aspek pengelolaan pangan, air, dan energi ke dalam dokumen Renstra sebagai tanggapan terhadap tantangan keberlanjutan. Peningkatan pemanfaatan lahan juga menjadi perhatian, agar lahan kehutanan mampu bersaing dengan penggunaan lahan lain seperti perkebunan sawit.

Kehadiran Program Studi S3 Kehutanan dinilai sangat strategis, karena membuka peluang bagi alumni S2 untuk melanjutkan pendidikan dan berkarier sebagai peneliti di lembaga seperti BRIN, khususnya bagi yang berdomisili di wilayah Kalimantan. Peserta juga menyoroti pentingnya peningkatan atmosfer ilmiah di lingkungan Fakultas, dengan penguatan kegiatan akademik dan penelitian sebagai fondasi kualitas institusi.
Isu penguatan soft skill mahasiswa turut dibahas, di mana lulusan diharapkan mampu menyelesaikan masalah melalui pelatihan terstruktur dan mampu menjadi pelaku ecopreneurship dan ecoleadership. Masukan lainnya adalah perlunya penekanan pada studi karbon dalam kaitannya dengan swasembada karbon, serta penambahan sertifikasi keterampilan teknis, seperti GIS, perencanaan hutan, HHBK, karbon, pembinaan hutan, dan pengoperasian drone sebagai bagian dari keunggulan kompetitif lulusan Fakultas Kehutanan ULM.
Forum ini juga mendorong peningkatan kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, terutama dalam peningkatan indeks kualitas air, udara, dan tutupan lahan. Salah satu rekomendasi nyata adalah melakukan penelitian terhadap jenis pohon yang cocok untuk penghijauan di sisi jalan. Selain itu, Fakultas Kehutanan dinyatakan siap untuk mendampingi program perhutanan sosial dan pengembangan desa binaan dengan menjalin kerja sama yang erat bersama pemerintah dan dunia usaha.
Kegiatan FGD ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan memberikan masukan yang sangat berharga. Seluruh saran yang diterima akan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan Renstra Fakultas Kehutanan ULM demi menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berkontribusi aktif dalam pengelolaan sumber daya hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.

