Banjarbaru — Dosen Fakultas Kehutanan menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PDWA) bertajuk “PKM Edukatif: Pemanfaatan Kompos Serasah untuk Media Tanam Jenis-jenis Pohon Lokal Kalimantan Selatan” pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di green house Fakultas Kehutanan ULM ini bertujuan memperkuat kapasitas mahhasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Silvikultur (Himasiv) dalam menghasilkan media tanam ramah lingkungan untuk perbanyakan spesies pohon asli Kalimantan Selatan.

Ketua tim pelaksana yang juga dosen Fakultas Kehutanan menjelaskan bahwa kompos serasah, yang dibuat dari daun kering dan material organik lain, dapat menjadi alternatif media tanam murah dan kaya nutrisi. “Pemanfaatan kompos serasah membantu mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan kualitas bibit. Ini penting untuk mendukung upaya restorasi dan konservasi pohon-pohon lokal,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam format edukatif dan praktik. Sesi meliputi penjelasan teori singkat tentang proses komposting, demonstrasi pembuatan kompos serasah, serta praktik pencampuran kompos dengan media lain untuk menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis bibit. Peserta terdiri dari mahasiswa yang aktif dalam program pembibitan dan pelestarian lingkungan.

Seorang peserta mengapresiasi metode pembelajaran yang langsung mempraktikkan langkah-langkah pembuatan kompos. Ia mengatakan, “Pelatihan ini memberi kami pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan, terutama untuk meningkatkan daya hidup dan pertumbuhan bibit pohon lokal.” Selain praktik, tim dosen juga menginformasikan rencana tindak lanjut berupa pendampingan teknis serta monitoring pertumbuhan bibit selama beberapa bulan ke depan untuk mengukur efektivitas media tanam kompos serasah. Melalui kegiatan ini, dosen Fakultas Kehutanan berharap terjalin sinergi berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat dalam usaha pengelolaan sampah organik dan pengembangan bibit lokal, yang pada akhirnya mendukung konservasi dan restorasi ekosistem hutan di wilayah setempat.