{"id":11254,"date":"2026-06-02T15:35:23","date_gmt":"2026-06-02T07:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/?p=11254"},"modified":"2026-06-02T15:35:23","modified_gmt":"2026-06-02T07:35:23","slug":"dosen-fakultas-kehutanan-dorong-pengelolaan-limbah-organik-melalui-pelatihan-pembuatan-kompos-cair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/dosen-fakultas-kehutanan-dorong-pengelolaan-limbah-organik-melalui-pelatihan-pembuatan-kompos-cair\/","title":{"rendered":"Dosen Fakultas Kehutanan Dorong Pengelolaan Limbah Organik melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Cair"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banjarbaru, 22 Mei 2026<\/strong> \u2013 Dosen Fakultas Kehutanan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PDWA) bertajuk <strong>\u201cPengembangan Kompos Cair Berbasis Limbah Organik untuk Mendukung Program Penghijauan\u201d<\/strong> pada tanggal 22 Mei 2026 di Green House Fakultas Kehutanan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mendukung program penghijauan dan pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh tim dosen Fakultas Kehutanan yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan limbah organik dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan, serta pelatihan pembuatan kompos cair yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk berbagai jenis tanaman.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar pengomposan, manfaat kompos cair bagi pertumbuhan tanaman, serta teknik pengolahan limbah organik rumah tangga dan lingkungan sekitar menjadi pupuk cair organik. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan kompos cair menggunakan bahan-bahan organik yang mudah diperoleh sehingga dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Pada sesi praktik, peserta diajarkan tahapan pengolahan limbah organik menjadi kompos cair dengan memanfaatkan mikroorganisme efektif sebagai agen dekomposer. Bahan yang digunakan meliputi sampah organik, larutan <strong>Effective Microorganisms 4 (EM4)<\/strong>, molase, air bersih, tanah, serta ember kompos bertingkat sebagai media pengomposan. Tim pelaksana menjelaskan bahwa penggunaan EM4 dan molase berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme yang berperan dalam proses penguraian bahan organik menjadi kompos cair.<\/p>\n<p><img class=\" wp-image-11258 aligncenter\" src=\"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3.jpg\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"359\" srcset=\"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-200x130.jpg 200w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-300x195.jpg 300w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-400x260.jpg 400w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-600x389.jpg 600w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-768x498.jpg 768w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-800x519.jpg 800w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3-1024x664.jpg 1024w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/New-CorelDRAW-2021-Graphic_v3.jpg 1108w\" sizes=\"(max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/p>\n<p>Tahap pertama diawali dengan pengumpulan dan pemilahan sampah organik yang berasal dari sisa sayuran, buah-buahan, daun kering, maupun bahan organik lainnya. Sampah organik kemudian dicacah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar proses dekomposisi berlangsung lebih cepat dan merata. Setelah itu, peserta menyiapkan larutan aktivator yang terdiri atas campuran EM4, molase, dan air bersih.<\/p>\n<p>Selanjutnya, proses pengisian ember kompos bertingkat dilakukan secara berlapis. Lapisan pertama diisi dengan tanah sebagai media awal, kemudian ditambahkan sampah organik yang telah dicacah dan kembali ditutup dengan lapisan tanah. Pada lapisan tersebut disemprotkan larutan EM4, molase, dan air secara merata untuk mendukung aktivitas mikroorganisme pengurai. Langkah pengisian tanah, sampah organik, dan penyemprotan larutan aktivator kemudian diulangi hingga seluruh bahan organik habis dan ember kompos terisi sesuai kapasitasnya.<\/p>\n<p><img class=\"size-full wp-image-11257 aligncenter\" src=\"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Dsn-Fahutan-Dorong-Pengelolaan-Limbah-Organik_Gbr4.png\" alt=\"\" width=\"206\" height=\"277\" srcset=\"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Dsn-Fahutan-Dorong-Pengelolaan-Limbah-Organik_Gbr4-200x269.png 200w, https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Dsn-Fahutan-Dorong-Pengelolaan-Limbah-Organik_Gbr4.png 206w\" sizes=\"(max-width: 206px) 100vw, 206px\" \/><\/p>\n<p>Setelah proses pengisian selesai, ember kompos ditutup rapat dan dilakukan perawatan secara berkala selama proses fermentasi berlangsung. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi kelembapan dan kebersihan wadah agar proses penguraian berjalan optimal. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu, proses fermentasi menghasilkan kompos cair yang dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk berbagai jenis tanaman.<\/p>\n<p>Tim pelaksana menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi kompos cair tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis. Kompos cair yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung di Green House Fakultas Kehutanan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme terlihat selama sesi diskusi dan praktik, di mana peserta aktif bertanya mengenai teknik pengolahan, penyimpanan, hingga aplikasi kompos cair pada berbagai jenis tanaman. Melalui praktik ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai pengelolaan limbah organik, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghasilkan pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan PDWA ini, tim dosen Fakultas Kehutanan berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Selain mendukung program penghijauan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p><em>&#8220;Melalui pengelolaan limbah organik yang tepat, kita tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat untuk mendukung penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup,&#8221;<\/em> ujar salah satu dosen pelaksana kegiatan.<\/p>\n<p>Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Kehutanan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi berbasis lingkungan serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan produktif melalui pemanfaatan limbah organik secara optimal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarbaru, 22 Mei 2026 \u2013 Dosen Fakultas Kehutanan melaksanakan kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11255,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11254"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11254"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11259,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11254\/revisions\/11259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahutan.ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}